RASANYA tidak salah kalau kupu-kupu disebut sebagai salah satu makhluk tercantik di muka bumi ini. Gerakannya lembut, sayapnya pun begitu indah. Tahukah kamu, kupu-kupu termasuk dalam kelompok serangga dari bangsa Lepidoptera. Tahukah kamu, rentangan sayap kupu-kupu nan cantik itu cukup bervariasi, dari 5-27 milimeter. Sayap ini dilapisi rambut dan sisik dengan susunan saling menutup, dan jika dipegang akan menempel pada tangan. Coba ingat-ingat, berapa jenis kupu-kupu yang pernah kamu lihat? Tentu banyak sekali ya. Yang pasti, di dunia ini terdapat sekitar 15 ribu jenis kupu-kupu.
Kupu-kupu memiliki siklus hidup yang unik lho. Siklus hidup itu terdiri dari empat tahap yaitu: telur, ulat (larva), pupa, dan imago (dewasa). Perubahan bentuk ini disebut metamorfosis. Jadi, sesudah kawin, kupu-kupu betina dewasa biasanya akan bertelur, dan meletakkan telurnya pada pucuk-pucuk tumbuhan. Nah, sekitar dua minggu sampai satu bulan kemudian, telur itu menetas menjadi larva, yang disebut ulat.
Umumnya, ulat mengalami lima kali pergantian kulit. Sebelum ganti kulit terakhir, ulat akan berhenti makan. Ia mencari tempat aman untuk berubah menjadi pupa. Pada tahap ini, ia akan menempel pada dahan dengan benang sutra yang keluar dari kelenjar ekornya.
Tahap pupa, sering disebut sebagai tahap istirahat. Namun di dalam kulit kerasnya, sebenarnya pupa sedang mengalami perubahan luar biasa yang diatur oleh hormon. Periode pupa berlangsung selama dua minggu sampai beberapa bulan, tergantung pada jenisnya. Pupa yang sudah siap menjadi kupu-kupu akan berganti warna sesuai dengan warna sayap yang akan terjadi.
Setelah benar-benar siap, kulit atau bagian luar dari pupa akan mengelupas lalu muncullah kupu-kupu. Saat baru muncul, sayap kupu-kupu masih melipat dan mengkerut. Permukaannya pun masih begitu lembut dan lemah. Biasanya, kupu-kupu yang baru ‘lahir’ ini akan merayap mencari tempat untuk bergantung selama beberapa menit. Nah, setelah sayapnya mengembang sepenuhnya, makhluk indah inipun sudah siap terbang. [berbagaisumber]

